u3-Screenshot_2026-03-24-21-21-38-593_jp.ne_.ibis_.ibispaintx.app-edit
Tetaplah, Meski Fana

Memarnya masih terlukis indah 

Sisa-sisa darahnya yang tersisa turut mewangi semerbak

Di atas Zenith yang tak tergoyah 

Entitas fana tengah menguak koyak 

 

Ada entitas yang runtuh sebelum megah

Begitupun ada yang megah lalu binasa mengerikan 

Ada yang terlipat dalam senja di ujung horizon 

Ada juga yang membiru dalam dekap hangat sang lautan 

 

 

Entah simfoni mana yang menjadi jawaban di ujung jalan

Lantaran bentala sudah mengupayakan segalanya

Waktu sudah berlalu penuh kasih kesabaran

 

Namun tetap saja

Ada yang utuh dalam ketidaksempurnaan 

Juga ketidaksempurnaan dalam sesuatu yang utuh

Ada sorak-sorai dalam gembira buana

Juga sorak-sorai dalam nestapa anitya 

 

Hai

Tetaplah bawa nafasmu dalam melangkah 

Agar kau tidak dijemput kekosongan 

Hanya karena memar-memar yang silau terkena terik

Atau derita yang serupa cekik

 

Tetaplah

Dengan segala hal

yang masih bisa kau genggam

Entah itu gembira mu yang sementara

Atau duka mu yang ditunggu tanpa alasan

Atau mungkin bekas dari segala porak poranda

 

Tetaplah

Selagi engkau masih tetap menggen

ggam 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait