u3-Screenshot_2026-03-25-11-27-17-993_com.google.android.googlequicksearchbox-edit
Takdir Sang Semut

Kala mentari menampakkan diri

Ku lihat semut-semut yang ikut menjalin hari

Langkah mereka menelusuri tapak sendiri

Dengan bahasa nasional yang mereka bangun demi diri sendiri 

 

Semut-semut itu

Variatif jenisnya

Tak ayal konyol matinya

Namun kerja kerasnya lebih besar dari para keparat

Gotong royongnya bahkan lebih bernyawa dari pada segerombolan manusia

 

Sayangnya

Meski telah merajut asa dengan seluruh upaya

Semut-semut itu binasa tanpa makna

Tak pernah disadari, apalagi ditangisi

 

Oh semut, berapa ironisnya takdirmu

Semoga, takdirmu tidak menjelma dalam bentuk yang lain

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait