Dulu
Ku bangun mahligai masyhur tempat renjanaku berlabuh
Renjana yang terlampau besar untuk seorang insan belaka
Tiap sudutnya ku lirik elok-elok
Agar mahligai ini kan menunjukkan betapa besarnya renjana atmaku
Dan kini
Mahligai itu
Ku binasakan tanpa kenal henti
Renjanaku luluh lantak di sana
Ia menyerah pada jemari realita
Bahwa jika ku dekap asa ini selamanya
Maka di sana lah aku
Jadi manusia rongsokan
Tidak ada apa-apanya
Tak ada gunanya
Tak ada artinya
Setidaknya,
Sekarang hanya reruntuhan Mahligai yang tersisa
Biarlah aku dijumputi kehampaan
Karena cahaya yang engkau tawarkan
Bukanlah cahaya yang akan membawaku pulang
