u3-Screenshot_2026-03-25-01-40-01-699_jp.ne_.ibis_.ibispaintx.app-edit
Komedi Gelap

Komedi paling lawak

Adalah saat tapakku melangkah pergi

Dari persimpangan yang teramat mencabik 

Namun juga persimpangan yang teramat ku sayangi 

Sebab di sana engkau berdiri tegak

Eksistensimu menggoyahkan keyakinanku sendiri

 

Tidakkah kamu tahu

Betapa hebatnya jerih payahku

Agar bisa lepas dari segala hal tentangmu

Entah itu suara tawa mu yang tertinggal oleh waktu 

Atau sepasang netra yang masih menemukan jalan ke dalam jiwa ku

 

 

Kisah yang ku gadang-gadang akan jadi momentum kebahagiaan 

Nyatanya hanya jadi nestapa yang tiada hentinya

Aku terus menutur asmaraloka dalam doa yang kupanjatkan 

Dalam sunyi aku tak lupa berharap pula

Agar asa menyatu itu terwujudkan

Namun sepertinya aku yang terlalu konyol dalam cinta

 

Kini aku melangkah pergi, sekali lagi 

Dan engkau pastinya masih di sana

Mengulas senyum terbaikmu

Yang sukses menghantui tiap bagian dari diriku

Tidakkah kau tahu?

Aku terlalu mencintaimu

Hingga satu-satunya cara yang tersisa untuk mencintaimu adalah pergi darimu 

 

Mungkin kita tidak pernah digariskan utuh 

Mungkin tidak akan pernah menyatu

Tapi aku tahu

Persimpangan yang ada dirimu 

Adalah persimpangan kesayanganku

 

Hidup

Memang komedi

Dan kamu

Komedi gelap yang akan selalu menjadi humorku

 

Dan aku

Adalah badut komedi gelap itu

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait