u3-Tak-berjudul12_20260324203813
Eksistensi Di Tengah Intrik Melanda

Intrik licik mulai melucuti kemanusiaan 

Keegoisan tak mau tertinggal, ia turut bertumpah ruah

Entah regulasi mana yang akan kembali tertahan 

Entah kebijakan mana lagi yang tak diminta namun malah berlimpah

Mulut-mulut riuh mengatasnamakan kebaikan

Namun mereka yang kecil bak terserang wabah

 

Gundah gulana menyambar rakus dimana-mana

Ketakutan menjadi melodi musik yang memenuhi jiwa

Permainan di atas papan kian panas masanya 

Amarah mencuat tak diminta

Tak ayal, kesengsaraan tiba melanda

Suara-suara kecil yang keluar dianggap dosa

Bahkan perihal hak pun terampas tak berdaya

 

Dari mana semua perkara bermula?

Apakah dari mereka yang duduk di singgasana Borjuis kemewahan,

atau dari mereka para proletariat yang berkerja demi sesuap nasinya?

Apakah dari generasi muda yang dijejali ilusi instan,

Ataukah dari media yang lebih memilih tenar daripada benar?

 

Kita terombang-ambing tanpa alasan

Dipermainkan seumpama boneka pasang

Dilucuti, dirampas, dan dipatahkan 

Oleh tangan-tangan sang dalang 

 

 

Ironisnya, kita perlahan lupa menjadi manusia 

Menjadi manusia yang berakal

Manusia yang berpikir dan bersuara

Tapi hak-hak dasar itu tercerai begitu saja

 

Tak mengapa, jika kita masih mencoba melawan masa depan yang gelap 

Jika kita tak membiarkan kekuasaan menjelma senjata yang membungkam 

Lantaran kekuasaan berdiri di atas tonggak demokrasi

 

Kita tidak boleh lupa 

Menjadi manusia adalah mengingat 

Mengingat agar tidak mengulang kesalahan 

 

Menjadi manusia adalah bersuara dan berpikir 

Bersuara adalah keharusan 

Berpikir kritis bukanlah ancaman

Protes tidak sama dengan cendala

Jika itu bisa menutup lubang celaka 

Atau memusnahkan akar derita 

Mengapa tidak?

 

Sebab itulah eksistensi kita 

Dan begitulah seharusnya kita

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait